7 Fakta Menarik Tentang Awan Cumulonimbus yang Harus Kamu Tahu

Awan cumulonimbus mungkin terlihat menakutkan, namun sebenarnya awan ini sangat penting bagi bumi. Awan cumulonimbus atau yang juga dikenal sebagai awan badai ini menyimpan banyak fakta menarik. Berikut 7 fakta menarik tentang awan cumulonimbus yang harus kamu ketahui:

  1. Awan Terbesar di Bumi

Awan cumulonimbus atau dikenal juga sebagai awan badai, merupakan jenis awan yang paling besar di planet bumi ini. Satu awan cumulonimbus dapat membentang hingga ratusan kilometer dan menjulang tinggi hingga sekitar 18 km di atas permukaan laut.

Ketinggian maksimal ini setara dengan ketinggian gunung tertinggi di bumi, yaitu Gunung Everest yang memiliki ketinggian 8,8 km di atas permukaan laut. fantastis bukan?

  1. Terbentuk dari Uap Air

Awan cumulonimbus terbentuk dari proses panas matahari yang memanaskan permukaan bumi. Uap air di permukaan bumi akan naik dan terkumpul hingga mencapai titik kondensasi maksimum.

Titik ini disebut sebagai tropopause, yang merupakan lapisan teratas troposfer atau lapisan terbawah atmosfer bumi tempat awan-awan terbentuk. Di sinilah awan cumulonimbus terlahir.

  1. Dapat Mengeluarkan Petir dan Halilintar

Karena ukurannya yang sangat besar dan tebal, awan cumulonimbus sering dijuluki thundercloud atau awan badai petir. Bagian tengah awan ini mengandung muatan listrik alami positif dan negatif.

Perpindahan muatan inilah yang menyebabkan terjadinya gejala alam seperti petir dan halilintar dari dalam awan cumulonimbus. Suara gemuruhnya yang memekakkan telinga khas terdengar saat badai sedang terjadi.

  1. Bukan Hanya Hujan, Cumulonimbus Juga Salju dan Hujan Es

Selain hujan deras, awan cumulonimbus juga bisa menghasilkan hujan salju dan hujan es. Hal ini terjadi saat air yang berubah fase menjadi padat saat melewati lapisan atas awan cumulonimbus yang suhunya sangat dingin.

Air cair ini kemudian membeku menjadi butiran salju atau es. Inilah sebabnya di awan cumulonimbus sering terjadi hujan salju di wilayah bersuhu dingin, terutama di daerah pegunungan tinggi.

  1. Penyebab Badai Tornado

Badai tornado yang sangat dahsyat sebenarnya juga diakibatkan oleh awan cumulonimbus. Saat angin bertiup kencang dari arah yang berbeda di bagian bawah dan atas awan, terbentuklah pusaran angin raksasa yang kemudian melintas di atas permukaan bumi.

Pusaran angin dengan kecepatan ratusan km per jam inilah yang disebut tornado, bencana alam paling mematikan yang ditimbulkan awan cumulonimbus.

  1. Terapi bagi Bumi

Meski terlihat mengerikan, sebenarnya kehadiran awan cumulonimbus membawa banyak manfaat bagi bumi dan ekosistemnya. Hujan lebat dari awan ini menyuburkan tanah dan tanaman.

Suhu udara juga menjadi lebih dingin setelah hujan, menyejukkan bumi dari terik terik panas matahari. Kilat petir dari cumulonimbus juga berperan menyuburkan tanah dengan mengikat nitrogen di udara. Jadi meski menakutkan, awan ini sesungguhnya memberi terapi bagi bumi.

  1. Indikasi Perubahan Iklim Bumi

Seiring pemanasan global yang makin parah di bumi, terjadi pula peningkatan frekuensi awan cumulonimbus dalam beberapa dekade belakangan ini. Hal ini merupakan indikasi nyata bahwa iklim bumi tengah mengalami perubahan besar.

Awan ini juga makin sering muncul di wilayah yang sebelumnya jarang terkena awan cumulonimbus, seperti di Eropa dan Asia Timur. Inilah bukti dampak dari pemanasan global yang kian memburuk. Itulah tujuh fakta menarik seputar awan cumulonimbus yang mungkin belum banyak diketahui. Meski menakutkan dan sering membawa bencana alam, awan cumulonimbus sebenarnya tetap penting bagi kehidupan di bumi ini.

 

 

 

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *